Tuesday, December 12, 2006

Practice Make Perfect

Sudah tak terhitung berapa lembar kertas dan berapa pensil yang aku habiskan ketika aku belajar menggambar. Aku mulai belajar menggambar ketika masih duduk di kelas 2 SMP dan seringkali aku merasakan bahwa aku memang tidak berbakat dalam bidang itu.
"Practice make perfect" Sebuah kalimat yang sering kali diucapkan kakak sepupuku ketika aku merasa sudah tidak bisa berkembang dalam menggambar."Yang dibutuhkan orang untuk bisa menggambar adalah 99% latihan dan 1% bakat" katanya sambil menyemangatiku. Dan aku yakin apa yang dikatakan kakak sepupuku memang benar sepenuhnya.

Tuesday, December 05, 2006

Soundtrack of my life

Musik. Kata yang sangat universal bagi setiap orang, dari yang sekedar hanya mendengarkan sampai pada yang membuatnya. Keinginanku untuk bermain musik sangat menggebu pada waktu aku duduk dibangku SMP, dimulai ketika aku melihat kakakku bermain band distudio music.
Band yang lagunya sering dimainkan oleh kakakku bernama "NIRVANA", distorsi gitar yang didengungkan oleh Kurt Cobain (gitaris sekaligus vokalis Nirvana) membuat nuansa lain dalam lagu-lagu yang diciptakannya. Aku memilih untuk bermain gitar karena aku melihat kakakku mungkin dapat mengajari bagaimana cara bermain gitar.
Pertama kali bermain band bersama beberapa sahabatku yang bernama: Danu (Bass) dan Shinto (Drum). Aku bermain dengan chord-chord yang diberikan kakakku,maklum pada saat itu kemampuanku untuk bermain gitar masih sedikit dan aku masih sangat sulit untuk mengembangkan permainan gitarku.
Band pada waktu itu sebagai pengisi waktu senggang sekaligus sebagai sarana untuk refreshing sebelum maupun sesudah ujian kelas 3. Sulit bagiku untuk menentukan musik sebagai jalan hidup seperti yang dijalankan kakakku dan setidaknya aku bisa memainkan beberapa lagu Nirvana yang bisa menemaniku ketika aku mengalami depresi atau tekanan mental.
Mungkin suatu saat aku akan meceritakan perjuangan kakakku yang memilih musik sebagai jalan hidup....

Monday, December 04, 2006

Dechoeza 2002

Tak terasa sudah beberapa tahun aku meninggalkan bangku smu,banyak cerita yang tercipta bersama teman-teman semasa smu. Masih teringat saat mengerjai seorang guru BP yang mengejar-ngejar kita karena kegaduhan yang kita timbulkan. Pernah sesekali guru Kimia menyuruhku keluar kelas gara-gara aku tidak mempunyai buku pelajarannya. Merokok sembunyi-sembunyi dikantin sekolahan. Masa 3 tahun terlalu singkat untuk dilewati tanpa suatu momentum yang berharga termasuk kenakalan yang memberikanku kenangan tersendiri. Selamanya kita tetap berteman.
Mimpi dan jalan menuju arahnya

"Who want to be the next Indonesian Idol" sebuah ajakan program tayangan stasiun televisi nasional yang menebarkan mimpi kepada setiap orang bahwa peluang menjadi idola terbuka lebar untuk siapapun termasuk kakak perempuanku. Mempunyai mimpi dalam hidup berarti kita mempunyai tujuan yang harus diraih, jalan menuju mimpi harus kita cari agar kita bisa mencapainya. Benar kan kak??
Ulang tahun ke-6 ku


Ulang tahun ke-6 mungkin adalah satu-satunya ulang tahun yang paling semarak yang diadakan ibu untukku. Masih membekas dalam ingatanku kemeriahan acaranya. Ibu memberikan dua buah roti ulang tahun untukku dan untuk kakak perempuanku meski ulang tahun kami tidak jatuh pada hari yang sama.
Belajar dari kakakku


Banyak hal yang dapat selalu aku pelajari dari kakak-kakakku. Aku dapat belajar tentang kesederhanaan dari kakakku pertama, aku belajar tentang perjuangan dalam hidup dari kakakku yang ke dua dan aku belajar tentang ketekunan serta pantangan untuk mengeluh dari kakak sepupuku.
Kakek dan Nenekku


Kakekku seorang prajurit keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Aku tahu ibuku sangat menyayangi nenek meski ibu tidak pernah bilang kepadaku. Perjuangan nenek dalam memenuhi kebutuhan hidup anak-anaknya menjadi sebuah motivasi ibuku untuk tidak menyerah menghadapi tantangan hidup.
Keluargaku


Masa kecil masa yang indah


Sedikit Tentang Aku


Aku lahir 22 Desember 1983, anak laki - laki terakhir dari empat bersaudara dari pasangan Suparyo dan Ismuainah. Kedua orang tuaku tinggal di pedesaan sebelah barat kota Yogyakarta. Tidak ada darah seni yang mengalir dalam diriku.